
Berbelanja lewat online
sekarang sedang marak, karena orang tak perlu pergi jauh cukup melihat produk
lewat handphone bayar dan barang dikirimkan.
Tapi berhati-hatilah saat berbelanja online, karena korban
penipuan sudah banyak. Seperti dirasakan seorang wanita asal Filipina bernama
Lou M. Jose yang membeli televisi dari toko online, namun harus kecewa karena
barang yang ia pesan tak sesuai ekspektasi.
Menyedihkannya,
bukan televisi pesanannya yang datang, melainkan sebuah kabel dan supucuk surat
dari sang penjual yang sengaja dikirimkan untuknya. Lewat media sosial, Lou pun
mengungkapkan kekecewaannya dan menceritakan kronologi pemesanan televisi yang
sudah dibayarnya itu.
"Saya memesan TC 32 inci dari L***** yang
seharusnya dikirim langsung dari Cina. Karena pembayaran tunai tak tersedia,
jadi saya membayar menggunakan kartu debit saya," tuturnya. Lebih lanjut,
karena rasa percayanya pada e-commerce tersebut, Lou yang awalnya ragu pun
membayar dengan kartu debitnya. Setelah membayar, Lou pun mengaku jika tv yang dipesannya
dikirim cukup lama. Mirisnya, penantiannya ternyata tak sebanding dengan
harapannya.

Saat menerima
paket pesanananya di rumah, Lou pun terkejut di mana ia hanya menerima sebuah
amplop berisi kabarl USB dan selembar kertas. Lou pun sempat memastikan kepada
kurir yang mengantar barang jika ia tak salah mengirimkan paket untuknya.
"Ketika saya membukanya, saya hanya melihat kabel USB dan surat dari
penjual," ujarnya.
Dalam suratnya, sang penjual mengatakan jika barang yang dipesan
Lou sudah habis dan ia juga menyampaikan permintaan maaf atas hal tersebut.
Lebih lanjut
penjual bernama Smith dari toko tempat Lou membeli televisi memintanya untuk
melakukan pengembalian uang secara online melalui situs resmi e-commerce
tersebut.
Setelah
menerima surat tersebut, Lou tentu merasa kecewa. Terkait pengembalian uang,
Lou menyebut jika e-commerce tempat ia berbelanja tak memberikan respon apapun
soal kendalanya.
Lewat
unggahan statusnya, Lou pun memperingatkan warganet untuk lebih berhati-hati
saat berbelanja secara online, meski pun e-commerce tersebut terpercaya.
Pernah ada
yang mengalami kejadian serupa?