Lapor Pak Kapolres Labuhanbatu, Warga Asahan dan Medan Dirampok di Gunting Saga Labura



TASLABNEWS, LABURA-Dalam sehari terjadi dua aksi perampokan di Jalinsum Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Peristiwa itu terjadi, Minggu (20/1), sekira pukul 02.00 WIB.






M Yunus korban perampokan di Labura.







Peristiwa pertama menimpa Riko (18). Riko dirampok di Jalinsum Gunting Saga, tepatnya di lintasan rel kereta api Gunting Saga.






Korban yang mengendarai mobil pick up grand max BK 9250 VW dipepet oleh dua orang pelaku pengendara sepedamotor.






Mobil bermuatan lembu yang dikendarai Riko itu kemudian dipaksa pelaku berhenti. Pelaku mengancam akan menembak korban jika tidak menyerahkan uang.








"Pelaku minta uang, saya kasih sepuluh ribu. Mereka (pelaku) kemudian merampas uang pecahan sebanyak empat puluh ribu rupiah. Salah seorang pelaku kemudian mengancam akan menembak sembari merampas uang sisa perjalanan sebanyak seratus lima puluh ribu," cerita Riko saat dikonfirmasi.






Selain merampas uang milik warga Kisaran ini, pelaku juga mencoba merampas handphone miliknya. Namun korban langsung menggas mobil dan meninggalkan pelaku.






Sebelumnya, kata Rico, saat melintas di daerah itu korban pernah dikejar- kejar orang tak dikenal pengendara sepedamotor. Namun korban tidak menghiraukan.






"Sudah seringlah om kalau melintas di daerah itu. Dikejar- kejar juga sering," ujar pelajar Kelas XII salah satu SMK di Kisaran ini.






Ia mengaku belum melaporkan kejadian itu karena mengejar target harus sampai ke Padang Sidempuan.






Di hari yang sama, Minggu (20/1), sekitar pukul 02.00 WIB perampokan kembali terjadi. Kali ini menimpa M Yunus. Dengan modus yang sama pelaku memaksa menghentikan kendaraan korban.






Warga Medan ini dirampok saat melintas mengendarai mobil pick up di lintasan rel kereta api Gunting Saga. Mobil korban dipepet pelaku kemudian dipaksa menghentikan mobil. Di bawah ancaman pisau korban dipaksa menyerahkan uang.






Menurut korban, ia telah dibuntuti pelaku saat melintas di depan Rumah Sakit Jalinsum Mambang Muda, sekitar satu kilo meter dari tempat perampokan.






"Ada lima sepedamotor berboncengan membuntuti saat melintas dari depan Rumah Sakit Mambang Muda," ujar Yunus.






Berbeda dengan Rico, M Yunus melaporkan perampokan yang menimpa dirinya ke Polres Labuhanbatu.






Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Iptu Gunawan Sinurat SH MH saat dikonfirmasi mengatakan, telah menurunkan personil untuk menangkap pelaku.






Pihaknya juga menurunkan personil di sepanjang Jalinsum Gunting Saga untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara kendaraan.






"Mudah- mudahan dalam waktu dekat pelaku segera ditangkap. Ciri- ciri pelaku sudah kita ketahui," sebutnya. (Cad/syaf)

Pak Kapolres Asahan Tolong Tangkap Pelaku Jambret di Jalan Cokro Kisaran

TASLABNEWS, ASAHAN-Pasangan suami istri dan 2 anaknya yang merupakan warga Teluk Nibung, Tanjungbalai menjadi korban penjambretan di Jalan Cokro Aminoto depan warung Gentong Cafe, Minggu (20/1/2019).

Warga mendirikan sepedamotor milik korban.
Warga mendirikan sepedamotor milik korban.

Akibat insiden ini istri korban terjatuh dan terguling di aspal. Saat itu tas korban dijambret oleh dua pria yang mengendarai sepedamotor Vixion.

Akibat insiden itu sepedamotor yang dikendarai suami korban terjatuh, sementara pelaku jambret melarikan diri.


Korban beserta suami dan anaknya hanya bisa pasrah melihat kedua tersangka yang melarikan diri.

Sementara warga yang ada di lokasi kejadian langsung datang dan memberikan pertolongan.

Warga berharap agar pihak kepolisian, khususnya Kapolres Asahan untuk menangkap pelaku. (chan/syaf)

Warga Siantar Ini Kecelakaan di Tebing Tinggi

TASLABNEWS, Nasib naas dialami Abdul Raja Nasution (54), warga Kota Pematangsiantar. Ia menjadi korban kecelakaan lalulintas di Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, tepatnya di Kilometer 59-60, tikungan Telkom, Desa Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai.

Warga Siantar yang menjadi korban kecelakaan di Tebing Tinggi.
Warga Siantar yang menjadi korban kecelakaan di Tebing Tinggi.

Informasi diperoleh, korban merupakan warga Jalan Jati, Pematangsantar. Ia terkapar berdarah-darah setelah sepedamotor yang dikendarainya terjatuh, Minggu (20/1/2019) sekira pukul 2.30 WIB.

BERITA TERKAIT:
Tabrakan di Jalinsum Dolok Sanggul-Pakkat, 1 Tewas 1 Luka-luka
Warga Simalungun Tewas Kecelakaan di Jalan Tol Medan - Tebing Tinggi

Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai AKP Haris Sihite membenarkan adanya peristiwa itu. 

“Korban jatuh diduga akibat mabuk,” kata Haris.

Insiden berawal ketika korban mengendarai sepedamotor Kawasaki Ninja warna hitam tanpa plat polisi dari arah Tebing Tinggi menuju Medan dengan kecepatan tinggi.

BACA BERITA LAINNYA:
Warga Tanjungbalai yang Aniaya Oknum TNI AL Diringkus
Mesum di Asahan, Warga Siantar, Labusel, dan Batubara Terjaring Razia di Hotel
 Main Ayunan 2 Bocah di Simalungun Jatuh ke Irigasi, 1 Tewas 1 Berhasil Diselamatkan Warga

“Saat di tikungan Telkom, korban tidak bisa mengendalikan sepedamotornya dan terjatuh,” jelas Haris.

Akibatnya, korban mengalami luka di kedua lengannya. Polisi tiba di lokasi kejadian kemudian membawa Nasution ke RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk mendapatkan perawatan.

Setelah meminta keterangan saksi-saksi, petugas kemudian mengamankan sepedamotor yang dikendarai korban. (mjc/int/syaf)

Pelajar SMA di Tobasa Tewas Kecelakaan, 2 Orang Luka-luka

TASLABNEWS, HUMBAHAS- Warga Toba Samosir (Tobasa) tewas akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Sosor Togos Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Minggu (20/1/2019). Sementara dua orang luka-luka.

Korban kecelakaan saat di lokasi kejadian.
Korban kecelakaan saat di lokasi kejadian.

Adalah MT (15) warga Lumban Tarihoran Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa yang tewas kecelakaan saat akan dibawa ke RSUD Porsea.
BERITA TERKAIT:
Tabrakan di Jalindun Dolok Sanggul-Pakkat, 1 Tewas 1 Luka-luka
Warga Simalungun Tewas Kecelakaan di Jalan Tol Medan - Tebing Tinggi

Saat itu korban mengendarai sepedamotor motor Yamaha Vixion BK 6634 WAF.

Sementara JSS (15) warga Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Tobasa dan JT (15) warga Desa Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, diketahui mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Salah seorang warga, M boru Sirait menuturkan, sepedamotor datang dari arah Lumbanlobu menuju Balige dengan bonceng 3 orang anak di bawah umur.

“Saya tidak sanggup melihat salah satu korban yang terkapar di tengah badan jalan. Sementara kedua temannya mengalami luka-luka, kemungkinan salah satunya luka parah,” sebutnya.

BACA BERITA LAINNYA:
Warga Tanjungbalai yang Aniaya Oknum TNI AL Diringkus
Mesum di Asahan, Warga Siantar, Labusel, dan Batubara Terjaring Razia di Hotel
 Main Ayunan 2 Bocah di Simalungun Jatuh ke Irigasi, 1 Tewas 1 Berhasil Diselamatkan Warga

Informasi dihimpun, jika korban yang meninggal dunia salah seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan merupakan anak paling bungsu dari 9 bersaudara.

Kasat Lantas Polres Tobasa, AKP Lambok Gultom membenarkan telah terjadinya laka lantas di Jalan Medan-Tarutung Km 208-209, Desa Patane I.

Lambok menuturkan, sebelum kejadian sepedamotor melaju dengan kecepatan tinggi datang dari arah Tarutung menuju Medan. 

Sesampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengendara sepedamotor pada saat mendahului kendaraan di depan justru terjatuh dan terlempar ke kanan jalan.

Kemudian mengenai bak samping sebelah kanan dari truk Colt Diesel nopol BA 8199 EU yang dikemudikan Adrian (51) warga Jorong Simabur Desa Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. (mjc/int/syaf)

Tabrakan di Jalinsum Dolok Sanggul-Pakkat, 1 Tewas 1 Luka-luka

TASLABNEWS, HUMBAHAS-Kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Umum Dolok Sanggul-Pakkat KM 01-02, tepatnya di Desa Sihite 1, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasudutan (Humbahas), Minggu (29/1/2019) sekira pukul 16.30 wib. Akibat insiden ini Penyel Purba (23) tewas.


Korban kecelakaan saat berada di rumah sakit.
Korban kecelakaan saat berada di rumah sakit.

Informasi diperoleh, korban merupakan warga Desa Parbue, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas.

Sebelum kejadian, korban yang mengendarai sepedamotor Honda BB 5689 DB yang dikendarai Penyel Purba bertabrakan dengan sepedamotor BK 3557 SQ yang dikendarai  Deslan Simamora warga Desa Bonan Dolok II Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbahas.

BACA BERITA LAINNYA:
Mesum di Asahan, Warga Siantar, Labusel, dan Batubara Terjaring Razia di Hotel
Main Ayunan 2 Bocah di Simalungun Jatuh ke Irigasi, 1 Tewas 1 Berhasil Diselamatkan Warga
Anak Buah Bandar Narkoba di Tanjungbalai Ngamuk, Paha Warga Dilempar Parang

"Sepedamotor yang dikendarai Penyel Purba yang datang dari arah Dolok Sanggul menuju Pakkat,  sementara kendaraan yang dikendarai Deslan Simamora datang dari arah berlawanan," ujar salah seorang saksi mata.

Akibat dari kecelakaan tersebut Peyel Purba mengalami luka robek dibagian kepala belakang, dan saat menjalani  perawatan di RSU Dolok Sanggul korban meninggal dunia, sedangkan Deslan Simamora mengalami luka robek dibagian hidung dan luka pada bagian muka depan.

"Saat ini korban sedang dalam perawatan di RSU Dolok Sanggul guna visum et repertum dan akibat dari kecelakaan tersebut. Kerugian diperkirakan sekitar Rp2 juta sedangkan barang bukti telah diamankan oleh Polsek Dolok Sanggul," ujar salah seorang personil Polsek Dolok Sanggul. (mjc/int/syaf)

Warga Tanjungbalai yang Aniaya Oknum TNI AL Diringkus

TASLABNEWS, TANJUNGBALAI-Fahri Hamdani Nasution (32) warga Tanjungbalai yang menganiaya oknum anggota TNI AL diringkus polisi.

Tersangka pelaku penganiayaan terhadap oknum anggota TNI AL di Tanjungbalai saat diringkus polisi.
Tersangka pelaku penganiayaan terhadap oknum anggota TNI AL di Tanjungbalai saat diringkus polisi.

Informasi diperoleh, Fahri merupakan warga Jalan Pattimura Komplek Pahlawan Indah, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Tanjungbalai. Ia diringkus Tim Gurita Polres Tanjungbalai, Sabtu (19/1/2018).

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai melalui Kasat Reskrim AKP Selamet Kurniawan Harefa mengatakan, penangkapan Fahri berdasarkan laporan bernomor: LP/376/XII/2018/SU/Res T Balai, tanggal 30 Desember 2018.

“Korbannya anggota TNI AL bernama Ade Lemgi Saputra (44), warga Komplek Lumba-lumba (asrama TNI-AL) Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai,” kata Harefa, Minggu (20/1/2019).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sudirman, Km 7, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, tepatnya Depan Cafe Winda, Minggu (30/12/2018) sekira pukul 1.30 Wib.

BACA BERITA LAINNYA:
Mesum di Asahan, Warga Siantar, Labusel, dan Batubara Terjaring Razia di Hotel
Main Ayunan 2 Bocah di Simalungun Jatuh ke Irigasi, 1 Tewas 1 Berhasil Diselamatkan Warga
Anak Buah Bandar Narkoba di Tanjungbalai Ngamuk, Paha Warga Dilempar Parang

“Waktu itu, korban yang merupakan anggota TNI AL melintas di Jalan Sudirman Km 7. Kemudian dia melihat kerumunan orang yang sedang berkelahi,” beber Harefa.

Sebagai aparat keamanan yang melihat adanya perkelahian, Ade kemudian berhenti dan menangkap Fahri untuk melerai pertikaian.

Namun, seketika dia langsung dipukul di bagian mata dan dada. Tak sampai di situ, Fahri kemudian menodongkan senjata ke wajah korban.

“Sesaat kemudian, tersangka dan teman-temannya yang melakukan pengeroyokan melarikan diri,” ucap Harefa.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan oleh Ade ke Polres Tanjungbalai.
Tim Gurita Polres Tanjungbalai mendapat informasi bahwa terduga pelaku penganiayaan terhadap personel TNI AL itu sedang berada di rumahnya langsung bergerak mengejar tersangka.

Selain meringkus tersangka, petugas juga mengamankan sebuah mancis berbentuk pistol. (mjc/int/Syaf)

Mesum di Asahan, Warga Siantar, Labusel, dan Batubara Terjaring Razia di Hotel

TASLABNEWS, ASAHAN- Enam pasangan mesum terjaring razia oprasi cipta kondisi  yang di gelar Polres Asahan di sejumlah kamar hotel dan penginapan di wilayah Kabupaten Asahan, Sabtu (19/01/2019) pukul 01:00 wib dini hari.

Pasangan mesum yang terjaring razia di hotel di wilayah Asahan.
Pasangan mesum yang terjaring razia di hotel di wilayah Asahan.

Pasangan mesum itu tampak terkejut saat kedatangan petugas yang melakukan razia di sejumlah kamar hotel kemudian  petugas melakukan pengecekan kartu identitas.

Sementara dari pemeriksaan sejumlah barang bawaan tidak ada ditemukan barang bukti lainnya seperti senjata tajam dan narkoba di dalam kamar hotel.

Ironisnya, dua pria di antara pasangan mesum yang diamanakan petugas unit PPA Sat Reskrim Polres Asahan sudah berumah tangga, keduanya sedang berduaan di dalam kamar hotel dengan pasangannya.

BACA JUGA:
Warga Simalungun Tewas Kecelakaan di Jalan Tol Medan - Tebing Tinggi
Lakalantas di Dekat Polres Asahan, Boru Sinaga Tewas Ditabrak Bus Duri Indah
Mobil Taft Nyemplung ke Sungai, 5 Tewas 2 Hilang

Menurut Wakapolres Asahan Kompol M Taufik didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK dan Kanit  PPA Ipda Nanin Aprilia, razia pasangan mesum sengaja dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Asahan sebagai upaya cipta kondisi jelang pemilu 2019 dalam mencegah penyakit masyarakat.

Setelah didata Unit PPA Satreskrim Polres Asahan, enam pasangan mesum ini berasal dari warga Kabupaten Asahan dan warga luar Kabupaten Asahan.

"Selanjutnya kita  panggil keluarga atau orangtuanya masing-masing untuk dilakukan pembinaan," kata kasat. (Syaf)


Kenam pasangan mesum yang terjaring razia yakni 
1. SM warga  Sei Balai Kabupaten  Batubara dan RS  warga Simpang Empat, Asahan.
2. AR warga Meranti Asahan dan EEY warga Siumbut-umbut Asahan.
3. APT warga Kota Pematangsiantar dan IMSS warga Galang, Kabupaten Deli Serdang.
4. HS warga Patumbak Kabupaten Deli Serdang dan NH warga Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
5. JPS warga Pagar Manik, Kabupaten Serdang dan DSS, warga kampung Rakyat Kabupaten Labusel.
6. TIT warga Medan Johor Kota Medan dan FA warga Lubuk Palas Kabupaten Asahan.